Case Summary and Analysis
“Mystic Monk Coffee
Tiyas Kurnia Sari 465413
Magister Sains Akuntansi
FEB UGM 2021/2022
Overview
Kasus Mystic Monk Coffee (MMC) menceritakan sebuah bisnis model yang dijalankan
dalam setting yang berbeda dari biasanya yaitu community based business yang dijalankan
oleh komunitas agama katolik Carmelite Order. Father Daniel Mary, sebagai pemimpin dari
komunitas katolik tersebut memiliki visi untuk menciptakan New Mount Carmel di daerah
Wyoming. Visi tersebut berkaitan dengan mengubah lingkungan kecil berisikan 13 rahib
menjadi lingkungan seluas 500 hektar yang dapat mengakomodasi 30 rahib, sebuah gereja
gothic, gereja khusus biarawati, tempat rekreasi bagi pengunjung awam serta sebuah pertapaan
agama katolik. Keinginan tersebut bersambut dengan adanya peternakan besar di dekat gereja
yang dijual dengan harga $8,9 Juta Dollar. Namun tingginya harga yang ditawarkan oleh
pemilik peternakan menjadi tantangan tersendiri bagi Father Daniel. Saat ini, The Wyoming
Carmelite Moneastery (WCM) hanya memiliki pendapatan dari donasi sebesar $250,000 dan
pendapatan dari bisnis roaster yang dikelola secara mandiri oleh para rahib sebesar $75,000
selama operasi tahun pertama dari MMC. Meskipun tidak memiliki pengalaman dan keilmuan
mendalam dalam bidang bisnis, Father Daniel menyadari pentingnya perencanaan dan eksekusi
strategi yang cermat dalam mencapai visi tersebut. Penulis akan memberikan rekomendasi
yang dapat dilakukan oleh Father daniel untuk mencapai visi tersebut. Rekomendasi akan
diberikan berdasarkan 5 tahapan yang saling berhubungan dalam membentuk dan
Gambar 1
mengeksekusi strategi perusahaan yang diambil dari (Kellett dkk., 2020). 5 tahapan tersebut
dapat dicermati pada Gambar 1.
Visi, Misi, dan Core Value dari WCM dan MMC
Membangun Visi Strategik adalah langkah pertama yang harus dilaksanakan oleh
management tertinggi dari sebuah organisasi untuk dapat mencapai tujuan yang diinginkan.
Father Daniel adalah seseorang dengan posisi managerial yang tertinggi di WCM, oleh karena
itu Father Daniel harus dapat mendefinisikan aspirasi, keinginan, dan tujuan kemanakah WMC
akan dibawa pada masa depan dan langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk mencapai
tujuan tersebut. Melihat pada skenario yang diberikan Father Daniel memiliki keinginan dan
tujuan jangka panjang untuk WMC yaitu “Creating a New Mount Carmel in the Rocky
Mountains”. Penulis berpendapat bahwa visi ini telah mencakup setidaknya 3 karakteristik dari
Vision ststement yang baik menurut John P Kotter. Sologan tersebut sudah menggambarkan
cita-cita jangga panjang dari WMC, telah melihat ke jangka panjang dengan arah yang jelas
yaitu membangun a New Mount Carmel (tempat suci bagi ajaran tersebut), dan juga
memorable. Namun penulis melihat bahwa Father Daniel belum membuat Vision Statement
yang jelas untuk MMC. Meskipun keduanya adalah organisasi yang memiliki hubungan yang
erat, penulis berpendapat bahwa mision statement keduanya haruslah disuarakan dan