LAPORAN STOCK OPNAME FIXED ASSETS
KRISPY KREME PLAZA SENAYAN
PRAKTIK PENGAUDITAN II
SEKSI B
Disusun Oleh:
Kelompok 4
Jonathan Ernest (12017000222 / 2017-0102-0008)
Dominika Chrisdiana Rizqi (12017002842 / 2017-0102-0209)
Stefani Arinda Milenia Aji Putri (12017000879 / 2017-0102-0102)
Marina Firsty Dewi (12017000113 / 2017-0102-0106)
Laurentia Alda Chrisvantina (12017001733 / 2017-0102-0144)
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA
JAKARTA
2020
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Makanan ringan atau yang umumnya disebut “Camilan” merupakan istilah
untuk makanan yang bukan termasuk dalam menu utama seperti makan pagi, siang,
atau malam. Makanan ringan dianggap oleh sebagian orang sebagai makanan
penghilang rasa lapar untuk sementara waktu, atau biasa dikonsumsi hanya untuk
sekedar menikmati cita rasa camilan tersebut. Di Indonesia, terdapat berbagai banyak
jenis dari makanan ringan/camilan, salah satunya adalah Donat. Donat merupakan kue
bercita rasa manis yang berbentuk bulat dengan sebuah lubang ditengahnya dan
memiliki berbagai macam rasa.
Donat sangatlah populer di Indonesia terutama pada era milenial saat ini,
karena semakin inovatif varian bahan dasar donat hingga rasa yang membuat Donat
digemari oleh masyarakat. Ada beberapa alasan mengapa Donat sangat digemari
banyak orang, sebuah penelitian yang dirilis mengenai Metabolisme Sel yakni
bagaimana otak manusia merespons makanan dan mengurainya. Dalam studi ini,
ditemukan bahwa makanan yang tinggi karbohidrat dan tinggi lemak dapat memicu
aktivitas dalam jumlah sangat besar di pusat penghargaan otak. Dan sebagaimana
manusia berevolusi, manusia menghasilkan jumlah dopamin yang lebih besar dan rasa
yang menyenangkan lebih besar pada makanan yang tinggi karbohidrat dan lemak.
(Small, 2018)
Melihat banyaknya peluang
untuk berbisnis makanan ringan terutama Donat sedang diminati oleh semua kalangan
masyarakat, karena sangat berpeluang besar untuk mendapatkan keuntungan. Tetapi
dalam menjalankan sebuah bisnis, diperlukan beberapa komponen untuk menunjang
keberlangsungan bisnis tersebut. Salah satunya adalah Aset Tetap yang memerlukan
sejumlah biaya seperti biaya perawatan, biaya pemasangan, biaya penyusutan, dan
sebagainya. Terlebih jika bisnis yang dijalankan berbentuk PT (Perusahaan Terbuka)
yang tentunya merupakan bisnis besar. Maka dari itu, tugas dari seorang auditor
adalah meyakinkan bahwa sejumlah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dan
tercatat pada laporan keuangan perusahaan telah sesuai dengan kondisi secara fisik
aset tetap tersebut. Pada kesempatan ini, kelompok kami akan menyajikan sejumlah
laporan mengenai aset opname yang bertempat pada tenant Krispy Kreme Plaza
Senayan.
1.2 Tujuan
Berdasarkan latar belakang diatas maka yang menjadi tujuan penulis adalah :
1. Mengetahui secara langsung bagaimana melakukan asset opname
pada tenant
Krispy Kreme Plaza Senayan dengan cara melakukan perhitungan fisik dan