Type
Essay
Pages
11 pages
Word Count
3742 words
School
Universitas Islam Indone
Course Code
Dynamics and Work Teams

Resume Bab 8 Dynamics and Work Teams Kelompok 9

December 30, 2019
Resume BAB 8
Perilaku Orgamisasi
Disusun Oleh
Aqil Kamal Makarim 18311394
Dimas Hanif Alamsyah 18311383
Shanly Idamsyah 18311391
Yusuf Ahmad Sudrajat 18311402
Fakultas Ekonomi
Universitas Islam Indonesia
2019
2
Apa itu Grup? Definisi Kerja
Kelompok adalah kumpulan dua atau lebih individu yang berinteraksi dalam pola hubungan
yang stabil, memberikan hadiah kepada anggotanya, yang berbagi tujuan, dan memandang diri
mereka sebagai kelompok.
Karakteristik kelompok:
• dua atau lebih orang dalam interaksi sosial.
• hadiah untuk anggota.
• struktur yang stabil.
• anggota berbagi minat atau tujuan yang sama.
• individu harus memandang diri mereka sebagai kelompok.
Sekelompok orang saja tidak sesuai dengan definisi ini karena mereka tidak berinteraksi dan
tidak menganggap diri mereka sebagai sebuah kelompok, bahkan jika mereka saling
mengetahui, misalnya, kerumunan orang di jalan yang menonton peristiwa tertentu (kelompok
nominal). Kelompok sejati memiliki semua kualitas kelompok, terutama kualitas interaksi
(kelompok yang berinteraksi).
3
Kelompok Formal dan Informal
Individu bergabung dengan grup, atau ditugaskan ke grup, untuk mencapai berbagai tujuan.
Jika grup dibentuk oleh manajer untuk membantu organisasi mencapai tujuannya, maka grup
tersebut memenuhi syarat sebagai grup formal. Kelompok formal biasanya memakai label
seperti kelompok kerja, tim, komite, lingkaran kualitas, atau gugus tugas. Sebuah kelompok
informal ada ketika tujuan utama anggota untuk berkumpul adalah persahabatan. Meskipun
kelompok formal dan informal sering tumpang tindih, seperti tim auditor perusahaan yang
menuju ke lapangan tenis setelah bekerja, beberapa karyawan tidak berteman dengan rekan
kerja mereka.
Fungsi Kelompok Formal
Peneliti menunjukkan bahwa kelompok formal memenuhi dua fungsi dasar: organisasi dan
individu. Kombinasi kompleks dari fungsi-fungsi ini dapat ditemukan dalam kelompok formal
pada waktu tertentu.
Mengapa Orang Bergabung dengan Grup?
Orang-orang bergabung dengan grup karena berbagai alasan.
• Afiliasi
• Identifikasi
Bantuan emosional
Pendampingan
• Kepentingan Bersama
Tujuan bersama
• Kedekatan Fisik
• Penugasan - Ini wajib
4
Peran Struktur Grup
Wewenang
Peran petahana
Peran harapan
Ambiguitas peran
5
Status: The Prestige of Group Membership
Status merupakan kelas sosial yang diberikan kepada kelompok atau individu oleh kelompok
atau individu lainnya. Orang-orang akan cenderung melabeli status orang lain dari kelompok
yang orang tersebut bergabung di dalamnya. Misalnya orang-orang yang bergabung ke dalam
OSIS atau Students comittee akan dipandang memiliki status yang lebih tinggi, atau orang yang
bergabung ke tim basket akan dipandang tinggi atau keren oleh orang lain.
Dalam organisasi, status dapat dikategorikan ke formal maupun informal. Status formal
merupakan kelas sosial yang disebabkan oleh posisi resminya dalam organisasi. Biasanya, hal
ini tercapai melaui penggunaan status symbol, status symbol merupakan objek yang
merefleksikan posisi seseorang dalam hirarki kekuatan organisasi, misalnya tempat parkir
khusus, gelar pekerjaan (cth: direktor), dan kondisi tempat kerja mewah (cth: luas, privat,
terdekorasi). Status Informal merupakan kelas sosial yang didasarkan oleh karakteristik
individu tertentu yang tidak secara resmi diberikan oleh organisasi. Misalnya, orang yang lebih
tua atau yang lebih berpengalaman akan dipandang memiliki kelas yang lebih tinggi oleh
pegawai lainnya, atau orang yang memiliki keterampilan tertentu akan dipandang lebih tinggi
(misalnya pemukul homerun dalam tim baseball).
Cohesiveness: Getting the Team Spirit
Cohesiviness (kepaduan) merupakan kekuatan keinginan dari anggota grup untuk tetap menjadi
bagian dari grup tersebut, dengan kata lain mereka mempunyai rasa kepemilikan dalam suatu
grup. Kelompok dengan kepaduan yang tinggi akan lebih berhasil dibandingkan grup yang
tidak. Grup dengan tingkat kepaduan yang terndah akan cenderung untuk saling tidak
menyukai dan memiliki tujuan yang bersilangan.
Namun, tingkat kepaduan yang terlalu tinggi juga dapat mendatangkan masalah. Misalnya jika
grup tersebut memiliki tujuan yang bertentangan dengan tujuan organisasi, grup tersebut dapat
menjadi masalah yang cukup berat dengan bekerja melawan keinginan perusahaan. berat
dengan bekerja melawan keinginan perusahaan. Maka dari itu, penting untuk mengetahui
dalam organizational performance, group cohensiveness merupakan pedang bermata dua:
dapat bermanfaat (jika mendukung tujuan organisasi) dan menjadi masalah (jika grup tersebut
melawan organisasi).
Individual Performance in Group
6
Kita akan membahas efek grup dalam performa individu. Terutama dua kasus yang
berbeda:bagaimana kinerja seseorang terpengaruh oleh kehadiran orang lain, dan bagaimana
hal itu terpengaruh oleh ukuran grup.
Social Facilitation: Working in the Presence of Others
Dalam studi yang dilakukan oleh peneliti sosial, menghasilkan bahwa kehadiran sesorang dapat
memiliki dampak yang berbeda-beda terhadap orang lain, terkadang perorma seseorang akan
lebih baik denganadanya kehadiran orang lain, dapat pula sebaliknya. Hal inilah yang
dinamakan social facilitation atau kecenderungan bahwa kehadiran seseorang terkadang
meningkatkan performa individual dan di lain sisi juga dapat menurunkan.
Banyak peneliti yang percaya bahwa fenomena tersebut disebabkan oleh beberapa dasar proses
psikologis. Pertama, social facilitation merupakan hasil dari meningkatnya emosi yang
terbangun ketika terdapat kehadiran orang lain. Kedua, ketika emosi tersebut bangun, mereka
cenderung akan menampilkan respon yang paling dominan. Secara bersamaan, gagasan-
gagasan tersebut menjelaskan mengenai drive theory of social facilitation. Menurut teori
tersebut, kehadiran orang lain meningkatkan emosi, yang mana meningkatkan kecenderungan
untuk menampilkan respon yang paling dominan. Jika respon tersebut baik, maka performanya
akan meningkat; jika responnya buruk, maka performanya akan menurun.
Social Loafing in Computer-Monitored Groups. Merupakan sebuah proses yang menggunakan
komputer untuk memonitor performa perkerjaan, hal ini memungkinkan untuk mengawasi
secara tidak langsung.
Social Loafing: “Free Riding” When Working with Others
Additive tasks merupakan tipe tugas grup yang membutuhkan usaha dari sejumlah orang yang
digabungkan bersama untuk membentuk produk grup. Dengan kata lain tiap individu bahu-
membahu mengerjakan suatu task yang dapat membuat kita mengeluarkan usaha yang lebih
kecil dibandingkan mengerjakan sendiri. Namun dalam grup biasanya ada orang yang hanya
sedikit mengeluarkan usaha atau biasa disebut free ride, fenomena ini dinamakan social loafing
atau kecenderungan anggota grup untuk mengeluarkan lebih sedikit usaha dalam additive task
yang jumlahnya dapat bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah anggota.
Penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa cara yang dapat membuat social loafing teratasi:
7
1. Buat setiap performer dapat diidentifikasi. Buat kontribusi tiap anggota dapat dilihat
oleh orang lain, dengan begitu mereka akan mengurangi rasa malas dan meremehkan
pekerjaannya.
2. Menegaskan pentingnya pekerjaan. Beri penjelasan mengenai kontiribusi yang dapat
mereka berikan kepada perusahaan, agar mereka dapat merasa bahwa pekerjaan yang
mereka lakukan itu tidak kalah penting dan dapat membantu perusahaan walaupun
secara tidak langsung.
3. Memberi hadiah individual atas kontribusi dalam performa grupnya. Dengan begitu
mereka akan lebih bersemanat untuk berkontribusi dalam grup mereka.
4. Penerapan hukuman. Social loafing akan menurun jika mereka percaya bahwa mereka
akan dihukum jika bermalasan.
Teams: Special Kinds of Group
Tim (team) merupakan sebuah kelompok yang anggotanya memiliki kemampuan yang saling
melengkapi untuk sebuah tujuan yang sama yang dapat mereka pertanggungjawabkan bersama.
Dibanding memiliki departemen tradisional yang terfokus pada spesialisasi fungsi, tim lebih
baik memiliki anggota yang berkemampuan beragam dan bekerja sama dalam menunjukkan
kunci proses. Dalam sebuah tim, seluruh anggota harus mempunyai rasa kepemilikan, mulai
dari produk, servis, ataupun proses yang mereka kerjakan. Dengan begitu, mereka akan merasa
menjadi bagian dari sesuatu yang berharga.
Type of Teams
Dalam pandangan popular mereka. Seharusnya tidak mengejutkan untuk belajar bahwa ada
banyak jenis tim. Untuk membantu memahami hal-hal ini, para ilmuwan telah
mengkategorikan tim-tim ke dalam beberapa jenis yang umum ditemukan, yang bervariasi
sepanjang lima dimensi utama
PURPOSE OR MISSION
Work Teams
Tim yang anggotanya fokus dengan menggunakan sumber daya organisasi untuk menciptakan
hasilnya secara efektif. seperti ,mengembangkan dan memproduksi produk baru, menyediakan
jasa bagi pelanggan, dan seterusnya.
Improvement Teams
Improvement teams berorientasi pada misi meningkatkan efektivitas proses yang digunakan
oleh organisasi. Contohnya, Instrumen Texas mengandalkan tim untuk membantu
meningkatkan kualitas operasi di Malaysia.
TIME
Dimensi kedua berhubungan dengan waktu. Secara spesifik, beberapa tim hanya bersifat
sementara dan ditetapkan untuk suatu proyek spesifik dengan kehidupan yang terbatas.
Misalnya, sebuah tim yang dibentuk untuk mengembangkan produk baru akan dianggap
sementara. Segera setelah tugasnya selesai, dibubarkan. Namun, tim jenis lain adalah permanen

Subscribe Now

Sign up to view full document

View Document