ARRUM SAFITRI
B200190613
KELAS N
RESUME BAB 1 BAB 7
MAKROEKONOMI TEORI PENGANTAR (SANDONO SUKIRNO)
BAB I
Ruang Lingkup Analisis Makroekonomi
Mikroekonomi itu lebih menitikberatkan kepada analisis mengenai masalah membuat
pilihan untuk:
Mewujudkan efisiensi dalam penggunaan sumber-sumber daya (resources).
Mencapai kepuasan yang maksimum.
Sedangkan analisis-analisis dalam makroekonomi menerangkan tentang :
Bagaimana segi permintaan dan penawaran menentukan tingkat kegiatan dalam
perekonomian.
Masalah utama yang selalu dihadapi setiap perekonomian.
Peranan kebijakan dan campur tangan pemerintah untuk mengatasi masalah
ekonomi yang dihadapi.
Makroekonomi adalah teori dasar kedua dalam ilmu ekonomi. Teori dasar lainnya adalah
mikroekonomi. Teori mikroekonomi menganalisis kegiatan suatu perekonomian dengan melihat
bagian-bahian kecil dari keseluruhan kegiatan ekonomi. Sedangkan makroekonomi melihat kegiatan
ekonomi dengan memperhatikan gambaran kegiatan ekonomi secara menyeluruh.
Analisis analisis dalam teori makroekonomi berbeda dari panangan yang menganggap bahwa
faktor faktor produksi atau sumber sumber yang dimiliki masyarakat adalah terbatas, sedangkan
keinginan manusia tidak terbatas. Maka, masyarakat haruslah membuat pilha pilihan. Kegiatan
memilih ini perlu dibedakan kepada dua aspek, yaitu :
Dalam Kegiatan memproduksi barang dan jasa.
Dalam kegiatan menggunakan barang dan jasa.
Analisis mengenai penentu tingkat kegiatan yang dicapai suatu perekonomian merupakan
bagian terpenting dari analisis makroekonomi. Analisis tersebut menunjukkan bagaimana pengeluaran
agregat dan penawaran agregat akan menentukan tingkat kegiatan suatu perekonomian dalam satu
periode tertentu dan pendapatan nasional yang tercipta. Analisis mengenai penentuan tingkat kegiatan
dalam perekonomian perlu dibedakan kepada tiga bentuk abstraksi atau penyederhanaan. Jenis analisis
tersebut adalah :
Analisis penentu kegiatan perekonomian yang memisalkan bahwa harga tetap dan suku bunga
tetap
Analisis penentuan kegiatan perekonomian yang memisalkan harga mengalami perubahan.
Analisis penentuan kegiatan perekonomian yang memisalkan harga dan suku bunga mengalami
perubahan.
Masalah utama dalam perekonomian dilihat dari makro ekonomi adalah :
Masalah pertumbuhan ekonomi, hal ini merupakan kemampuan suatu negara untuk
menghasilkan barang dan jasa dari satu periode ke periode lainnya meningkat. Kemampuan
yang meningkat ini disebabkan karena faktor-faktor produksi akan selalu mengalami
pertambahan dan jumlah serta kualitasnya.
Masalah ketidakstabilan kegiatan ekonomi, perekonomian tidak selau berkembang secara
teratur, adakalanya sangat pesat dan merosot.
Masalah penganguran, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Mengangur karena ingin kerja
yang lebih baik, menganggur karena tidak tersedianya lapangan pekerjaan atau keterampilan
yang diperlukan, dan pengangguran sukarela.
Masalah kenaikan harga-harga,faktor penyebab inflasi antara lain adalh tingkat pengeluaran
agregat yang melebihi kemampuan perusahaan-perusahaan untuk menghasilkan barang dan
jasa, serta para pekerja di berbagai kegiatan ekonomi yang menuntut kenaikan upah.
Masalah neraca perdangan dan neraca pembayaran, hubungannya terhadap kegiatan ekspor dan
impor, selain itu juga aliran modal untuk investasi yang berlaku di antara berbagai negara.
Mekanisme pasar tidak dapat mewujudkan tingkat kegiatan ekonomi negara yang efisien secara
terus menerus. Hal ini menimbulkan berbagai masalah tingkat kegiatan ekonoi dan diperlukan
kebijakan pemerintah untuk mengatasinya. Dalam mengatasi masalah yang dihadapi keseluruhan
ekonomi, kebijakan pemerintah mempunyai tujuan-tujuan berikut: menstabilkan kegiatan ekonomi,
mencapai tingkat kesempatan kerja penuh tanpa inflasi, menciptakan pertumbuhan ekonomi yang
teguh, menghindari masalah inflasi yang tinggi dan mewujudkan neraca pembayaran yang kukuh.
Kebijakan pemerintah yang digunakan untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi yang telah
diterangkan dibedakan kepada tiga bentuk tindakan :
Kebijakan fiskal, meliputi langkah-langkah pemerintah membuat perubahan dalam bidang
perpajakan dan pengeluaran pemerintah dengan maksud untuk mempengaruhi pengeluaran
agregat dalam perekonomian.
Kebijakan moneter, meliputi langkah-langkah pemerintah yang dilaksanakan oleh Bank Sentral
untuk mempengaruhi penawaran uang dalam perekonomian atau mengubah suku bunga,
dengan maksud mempengaruhi pengeluaran agregat.
Kebijakan segi penawaran, meliputi langkah-langkah pemerintah yang bertujuan
mengendalikan tuntutan kenaikan pendapatan pekerja yang melebihi produktivitas pekerja
melalui mengurangi pajak, memberikan insentif fiskal, memberi subsidi dan menyediakan
infrastruktur.
Masalah makroekonomi utama yang akan selau dihadapi suatu Negara. Masalah tersebut adalah :
Masalah pertumbuhan ekonomi.
Masalah ketidakstabilan kegiatan ekonomi.
Masalah pengangguran.
Masalah kenaikan harga (inflasi).
Masalah neraca perdagangan dan neraca pembayaran.
Kestabilan ekonomi yang diidam-idamkan setiap Negara pada umumnya diartikan sebagai
suatu keadaan ekonomi di mana tidak terdapat pengangguran yang serius dan perekonomian menikmati
kestabilan harga-harga. Pengertian tersebut meliputi pula kestabilan dalam neraca pembayarannya.
Dengan demikian pengertian kestabilan ekonomi meliputi kewujudan dari tiga hal berikut :
Tingkat penggunaan tenga kerja adalah tinggi
Tingkat harga-harga tidak menunjukkan perubahan yang berarti
Terdapat keseimbangan di antara ekspor dan impor dan lalu lintas modal dari/ keluar negeri.
Disamping dengan meningkatkan kegairan tenaga kerja untuk bekerja dan memberi
insentif kepada perusahaan, kebijakan segi penawaran dapat dijalankan dengan cara :
mengembangkan infrastruktur.
Peningkatan pelayanan pemerintah dalam mengembangkan kegiatan usaha sektor
swasta.
BAB II
Penghitungan Pendapatan Nasional
Setiap negara akan selalu menghitung pendapatan nasionalnya yaitu nilai produksi dalam
perekonomian, untuk mengetahui nilai output yang diciptakan dalam negara itu pada suatu tahun
tertentu. Pendapatan nasioanal merupakan suatu ukuran penting untuk menentukan sejauh mana tingkat
kegiatan ekonomi yang dicapai suatu negara. Tiga cara dapat digunakan untuk menghitung pendapatan
nasional, sebagai berikut :
1. Pengeluaran , pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan niali pengeluaran yang
dilakukan oleh empat golongan pengguna barang dan jasa; rumah tangga, pemerintah,
perusahaan-perusahaan yang melakukan investasi dan penduduk negara lain yang membeli
produksi dalam negara. Nilai jual-beli barang antara tidak dimasukkan dalam penghitungan.
2. Produk neto yang dijumlahkan adalah nilai tambah yang diwujudkan oleh berbagai kegiatan
ekonomi. Nilai tambah adalah pertambahan nilai rupiah suatu barang sebagai hasil dari kegiatan
suatu poerusahaan.
3. Pendapatan, pendapatan nasiional dihitung dengan menjumlahkan pendapatan yang diterima
faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan pendaptan nasional. Berbagai jenis
pendapatan itu adalah : gaji dan upah, sewa, bunga, dan keuntungan. Disamping itu perlu
ditambahkan pendapatan perusahaan perseorangan yaitu pendapatan milik perorangan atau
keluarga. Pendaptan ini belum dihitung dalam empat golongan pendapatan yang dinyatakan
sebelumnya.
Dalam penghitungan pendapatan negara digunakan beberapa konsep yang lebih
spesifeik/khusus artinya. Konsep-konsep pendapatan nasional yang lebih khusus artinya adalah PDB
(Pendapatan Domestik Bruto),PNB (Pendapatan Nasional Bruto) dan PNN (Pendapatan Nasional
Neto). Penghitungan pendapatan nasional juga perlu dibedakan antara penghitungan dengan
menggunakan harga yang berlaku dan harga tetap serta penghitungan dengan menggunakan harga pasar
dan harga faktor.
Dua konsep penting lain-lain dalam penghitungan pendapatan nasionaladalah pendapatan
individu dan pendapatan disposibel. Pendapatan individu merupakan keseluruhan jumlah pendapatan
yang diterima oleh semua rumah tangga dalam suatu perekonomian. Pendapatan tersebut diperoleh dari
menyediakan faktor-faktor produksi untuk digunakan dalam kegiatan menghasilkan pendapatan
nasional, dan dari pembayaran pindahan yaitu pendapatan yang diperoleh buakn dari menyediakan
faktor-faktor produksi yang dimiliki contohnya: pensiunan dan beasiswa. Pendapatan disposibel
merupakan pendapatan rumah tangga yang dapat digunakan untuk perbelanjaan. Pendapatan disposibel
nilainya adalah sama dengan pendaptan individu setelah dikurangi pajak pendapatn.
Menghitung pendapatan nasional suatu negara bukanlah kerja yang mudah. Dalam
perekonomian tidak terdapat informasi yang lengkap mengenai kegiatan produksi dan nilai barang dan
jasa yang diwujudkan oleh setiap kegitan ekonomi. Masalah utama yang dihadapi dalam menghitung
pendapatan nasional adalah pengumpulan data, masalah menentukan jenis kegiatan yang produksinya
perlu dihitung dalam menentukan pendapatan nasional, masalah penghitungan dua kali,masalah
PN = C + G + I + (XM)
menentukan harga barang, dan masalah kenaikan harga dan perubahan kualiti barang, perlu
dipertimbangkan.
Data pendapatan nasional dan komponen-komponennya sangat penting untuk mengetahui ciri
kegiatan ekonomi suatu negara pada suatu periode tertentu dan perubahan kegiatan itu dari waktu ke
waktu. Kegunaan utama data pendapatan nasional adalah :
1. Menentukan prestasi kegiatan ekonomi pada suatu waktu tertentu.
2. Mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi tiap yang berlaku dari tahun ke tahun dalam jangka
panjang.
3. Menunjukkan peranan tiap sektor dalam perekonomian dan peranan berbagai komponen
opengeluaran agregat.
4. Menentukan perubahan struktur ekonomi yang berlaku dalam suatu periode tertentu.
5. Menggambarkan taraf kemakmuran masyarkat dan perubahannya dari waktu ke waktu.
6. Menyediakan data untuk meramalkan kegiatan ekonomi di tahn berikutnya dan merencanakan
perkembangan ekonomi di masa depan.
DUA PENGERTIAN PENDAPATAN NASIONAL
Dalam analisis makroekonomi selalu digunakan istilah “pendapatan nasional” atau
“national income” dan biasanya isitlah ini dimaksudkan untuk menyatakan nilai barang
dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara. Disamping itu ada arti lain dari
“pendapatan nasional”, dan untuk pengertian yang berlainan tersebut dalam buku ini
ditulis sebagai “Pendapatan Nasional”, yaitu dengan menggunakan hruf besar di P dan
N. Pengertian lain dari Pendapatan Nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima
oleh faktor-faktor produksi yang digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa
dalam suatu tahun tertentu. Dalam system penghitungan pendapatan nasional, jumlah
pendapatan itu dinamakan produk nasional neto pada harga faktor atau secara ringkas :
pendapatan nasional.
PENDAPATAN NASIONAL HARGA BERLAKU DAN HARGA TETAP
Pendapatan nasional harga berlaku adalah nilai barang dan jasa yang dihasilkan suatu
negara dalam suatu tahun dan dinilai menurut harga-harga yang berlaku pada tahun
tersebut.Dapatlah diramalkan bahwa apabila dibandingkan data pendapatan nasional
dalam berbagai tahun tersebut, nilainnya akan berbeda-beda dan menunjukan
kecenderungan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pertambahan nilai tersebut
disebabkan oleh dua faktor, yaitu :
Pertambahan fiskal barang dan jasa yang dihasilkan dalam perekonomian.
Kenaikan harga-harga yang berlaku dari satu period eke periode lainnya.
Pertumbuhan suatu perekonomian diukur dari pertambahan yang sebenarnya dalam
barang dan jasa yang diproduksikan. Untuk dapat menghitung kenaikan itu dari tahun ke
tahun, barang dan jasa yang dihasilkan haruslah dihitung pada harga tetap, yaitu harga
yang berlaku pada suatu tahun tertentu yang seterusnya digunakan untuk menilai harga
dan jasa yang dihasilkan pada tahun-tahun yang lain.
PENDAPATAN NASIONAL HARGA PASAR DAN HARGA FAKTOR
Barang dan jasa yang dihasilkan dalam perekonomian dapat dinilai dengan dua
cara,dengan menggunakan harga pasar dan dengan menggunakan harga faktor. Sesuatu
barang dikatakan dinilai menurut harga pasar apabila penghitungan nilai barang itu
menggunakan harga yang dibayar oleh pembeli.
Harga pasar = Harga faktor + Pajak tak langsung Subsidi
Dengan cara menjumlahkan seluruh pengeluaran yang ada dalam perekonomian
selama periode tertentu. Biasanya 1 tahun. C.I.G.X – M
CARA PENGHITUNGAN 1 : CARA PENGELUARAN
Data pendapatan nasional yang dihitung dengan cara pengeluaran akan dapat
memberi gambaran tentang :
Sampai dimana buruknya masalah ekonomi yang dihadapi atau sampai
dimana baiknya tingkat pertumbuhan yang dicapai dan tingakt kemakmuran
yang sedang dinikmati.
Memberikan informasi dan data yang dibutuhkan dalam analisis
makroekonomi.
KOMPONEN PENGELUARAN AGREGAT DALAM PEREKONOMIAN
Penghitungan pendapatan nasional dengan cara pengeluaran membedakan
pengeluaran ke atas barang dan jasa yang dihasilkan dalam perekonomian kepada
4 komponen, yaitu :
Konsumsi rumah tangga. (C)
Pengeluaran pemerintah. (G)
Pembentukan modal sector swasta (investasi). (I)
Ekspor neto (ekspor dikurangi impor) (XM).
CARA PENGHITUNGAN 2 : CARA PRODUK NETO
Produk neto (net output) berarti nilai tambah diciptakan dalam suatu proses
produksi. Dengan demikian cara kedua untuk menghitung pendapatan nasional ini
adalah cara menghitung dengan menjumlahkan nilai tambah yang diwujudkan oleh
perusahaan di berbagai lapangan usaha perekonomian. Penggunaan cara ini dalam
menghitung pendapatan nasional menpunyai tujuan penting, yaitu ;
Untuk mengetahui besarnya sumbangan berbagai sektor ekonomi di dalam
mewujudkan pendapatan nasional.
Sebagai salah satu cara untuk menghindari penghitungan dua kali, yaitu
dengan
hanya menghitung nilai produksi neto yang diwujudkan pada berbagai
tahap proses produksi. Dengan cara menjumlahkan seluruh sekto kegiatan
ekonomi selama periode tertentu. Biasanya 1 tahun.
CARA PENGHITUNGAN 3 : CARA PENDAPATAN
Dalam buku mikroekonomi sudah ditreangkan bahwa faktor-faktor
produksi dibedakan menjadi 4 golongan : tanah, tenaga kerja, modal, dan keahlian
keusahawanan. Apabila faktor produksi itu digunakan untuk mewujudkan barang
dan jasa akan diperoleh berbagai jenis pendapatan, yaitu tanah dan harta tetap
lainnya memperoleh sewa, tenaga kerja memperoleh gaji dan upah, modal
memperoleh bunga dan keahlian keusahawanan memperoleh keuntungan.
*gaji dan upah, bunga bersih, sewa, pendapatan usaha, keuntungan perusahaan.
PFN
LN
= Pendapatan faktor produksi yang diterima dari LN
Pendapatan faktor produksi yang dibayar ke LN (luar negeri)
BAB III
GNP = GDP + PFN
LN