Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila Tugas Personal 2
Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang menerapkan paham
multikulturalisme, hal ini terlihat kondisi sosial-budaya serta kondisi geografis
negara Indonesia yang sangat beragam dan komplek dengan keberagaman suku,
agama, budaya, ras, dan antar golongan (SARA) (Lestari, 2016). Indonesia sebagai
negara yang menganut paham pluralisme dan mimiliki keanekagaraman,
menyebabkan Indonesia berpotensi memiliki kekayaan multi etnis, multi kultur,
dan multi agama yang merupakan potensi untuk membangun negara multikultural.
Keberagaman yang dimiliki oleh negara Indonesia menyebabkan kerawanan dalam
memicu konflik yang dapat memecah belah negara Indonesia. Pernyataan ini sesuai
dengan yang dikemukakan oleh Nasikun (2007) yang menjelaskan bahwa
keberagaman warga negara Indonesia dapat dilihat dari dua sudut pandang yaitu
sudut pandang horizontal dan vertikal.
Prinsip pluralisme yang dapat direfleksikan oleh masyarakat negara
Indonesia dinyatakan kedalam prinsip persatuan dan kesatuan bangsa yang kita
kenal dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”, yang mengandung makna
meskipun Indonesia yang terdiri dari banyak kemajemukan, namun tetap
terintegrasi dalam kesatuan.
Negara yang memiliki multikultural seperti negara Indonesia dihadapkan
oleh suatu permasalahan tersendiri yang dapat mengancam berdirinya negara akibat
dari keberagaman yang terdapat di Indonesia, sehingga dalam menyikapi ancaman
multikultural yang diprediksikan akan menerjang bangsa Indonesia maka
diperlukan suatu sikap toleransi antar warga negara Indonesia. Salah satu ancaman
nyata yang kini tengah dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah adanya adu domba,
penyebaran informasi hoax, SARA, dan tidak adanya toleransi. Munculnya budaya
sikap tidak adanya toleransi antar warga bangsa Indonesia akan menyebabkan
kerusuhan, konflik, kekerasan, pertengkaran antar umat beragama dan peristiwa
peristiwa yang dapat memecah belah bangsa Indonesia (Dewantara, 2019).
Permasalahan karakter yang terjadi dikalangan generasi anak muda bangsa
Indonesia ini disebabkan oleh adanya perkembangan teknologi informasi dan
internet yang mengandung informasi yang tidak terbatas baik itu informasi yang
baik maupun yang buruk. Permasalahan karakter yang timbul akibat menyerap
informasi negatif dari perkembangan teknologi dan informasi mengakibatkan
banyaknya kejahatan yang terjadi di Indonesia yang diakibatkan oleh krisis moral
generasi bangsa Indonesia ini.
Generasi muda bangsa Indonesia kini telah mengalami krisis moral
sehingga di Indonesia saat ini banyak terjadi berbagai macam kejahatan seperti
kekerasan, konflik, korupsi, kenakalan remaja, dan sexual harassment. Penurunan
nilai moral yang tengah melanda generasi Bangsa Indonesia ini juga dinyatakan
dalam jurnal yang ditulis oleh Octavia (2017) bahwa saat ini generasi bangsa
Indonesia tengah dilanda oleh krisis moral yang ditandai dengan Merebaknya
pelanggaran lalu lintas, hoax (kebohongan publik), KKN, Perusakan fasilitas
umum, Politik uang, Pemalsuan identitas, sexual harassment, Kekerasan, Adu
domba umat beragama, Penyalahgunaan kekuasaan, dan lain sebagainya. Oleh
sebab itu untuk meminimalisir dan menciptakan karakter generasi muda sebagai
rakyat Indonesia yang berpegang teguh kepada budaya dan ideologi bangsa maka