85
POTENSI DAUN PANDAN (PANDANUS AMARYLLIFOLIUS) DAN
MANGKOKAN (NOTOPHANAX SCUTELLARIUM) SEBAGAI
REPELEN NYAMUK AEDES ALBOPICTUS
Potency of Pandanus amaryllifolius and Notophanax scutellarium as
Aedes albopictus Mosquito Repellent
Rina Marina1 dan Endang Puji Astuti1
Abstract. Aedes aegypti and Ae. albopictus mosquitoes being the vector of Dengue Haemorrhagic Fever
(DHF). Various effort have been done to control the mosquitoes, including using plant extract as repellent.
Pandanus amaryllifolius and Notophanax scutellarium leaf were known to posses repellent activity for
mosquito species. The study aimed to examine effectiveness of P. amaryllifolius and N. scutellarium leaf
as repellent for Ae. albopictus. The result study on 1-hr treatment showed that power protection of pandan
leaves (N. scutellarium) was 93.55%, while mangkokan leaves (P. amaryllifolius) was 87.5%. Based on
ANOVA analysis, there was not significantly different of power protection between N. scutellarium leafs and
P. amaryllifolius leafs extracts against Ae. albopictus mosquitoes. Both of these test, plants has showed the
potential to be a repellent and eliminate the emergence of Ae. albopictus mosquitoes, so it may effectively
reduce contact between host and dengue vector.
Keywords: P. amaryllifolius, N. scutellarium, repellent, Ae. albopictus, dengue
Abstrak. Nyamuk Aedes aegypti dan Ae. albopictus merupakan vektor dari Demam Berdarah Dengue.
Pengendalian nyamuk vektor untuk memutus rantai penularan di antaranya menggunakan repelen tanaman.
Daun pandan (Pandanus amaryllifolius) dan mangkokan (Notophanax scutellarium) adalah tanaman lokal
yang mempunyai potensi sebagai repelensi nyamuk. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui tentang
efektivitas daun P. amaryllifolius dan N. scutellarium sebagai bahan repelen nyamuk Ae. albopictus. Daya
proteksi daun pandan (N. scutellarium) pada jam satu jam pertama perlakuan adalah 93,55%, sedangkan
daun mangkokan (P. amaryllifolius) sebesar 87,5%. Hasil analisis ANOVA menunjukan bahwa daya
proteksi ekstrak daun pandan dan mangkokan terhadap nyamuk Ae.albopictus berdasarkan jam perlakuan
tidak berbeda nyata. Kedua tanaman uji tersebut mempunyai potensi sebagai repelen atau dapat menghalau
kedatangan nyamuk Ae. albopictus, sehingga mampu menurunkan kontak inang dengan vektor DBD.
Kata Kunci: P. amaryllifolius, N. scutellarium, repelen, Ae. albopictus, dengue
Naskah masuk: 01 September 2012 | Review 1: 02 Oktober 2012 | Review 2: 06 November 2012 | Layak terbit: 12 Desember 2012
1 Balai Litbang P2B2 Ciamis, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia. Jl. Raya Pangandaran Km. 3 Ciamis. Telp/Faks: (0265) 639375, email: rina_marina2001@yahoo.
com
ASPIRATOR 4(2), 2012 : 85-91 © 2012 Penerbit Loka Litbang P2B2 Ciamis
Rina Marina dan Endang Puji Astuti, 2012. Potensi Daun Pandan dan Mangkokan ….Aspirator Vol. 4 No. 2 Tahun 2012 (Hal. 85 – 91)
PENDAHULUAN
Demam Berdarah Dengue (DBD)
merupakan penyakit demam akut yang
disebabkan oleh kehadiran virus Dengue
dalam peredaran darah manusia. Dalam
rantai penularannya, virus dengue
ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti
sebagai vektor utama dan Ae. albopictus
sebagai vektor sekunder. Keberadaan
nyamuk Aedes ini mendapat perhatian
besar dari masyarakat, karena menjadi
satu di antara penyebab masalah kesehatan
masyarakat di dunia. Kasus DBD sering
terjadi hampir setiap tahunnya baik di
daerah perkotaan maupun di daerah
pedesaan. World Health Organization
(WHO) memperkirakan setiap tahunnya
terdapat 50–100 juta kasus infeksi,
termasuk 500 ribu kasus infeksi demam
pada lingkungan, yaitu mengakibatkan
terjadinya resistensi beberapa spesies
nyamuk. Selain itu penggunaannya lebih
merujuk pada risiko terhadap kesehatan
manusia, karena residunya yang tidak
dapat diuraikan serta dapat memasuki
rantai makanan.2
Lambat laun penggunaan insek-
tisida kimia sekarang mulai beralih
ke pemanfaatan kandungan metabolit
sekunder tanaman sebagai insektisida
nabati. Insektisida nabati lebih aman
terhadap kesehatan manusia, tidak
meninggalkan residu di alam, sehingga
mengurangi pencemaran. Beberapa contoh
insektisida nabati di antaranya kandungan
ekstrak bunga kenanga dapat digunakan
sebagai bahan repelen/penolak nyamuk.3
Penelitian lain juga menyebutkan bahwa