Jurnal THEOLOGIA, Vol 28 No 1 (2017), 183-206
ISSN 0853-3857 (print) – 2540-847X (online) DOI: http://dx.doi.org/10.21580/teo.2017.28.1.1338
JURNAL THEOLOGIA — Volume 28, Nomor 1, Juni 2017 183
RESPONS NABI TERHADAP TRADISI JAHILIYYAH:
Studi Reportase Hadis Nabi
Abdul Sattar
Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
e–mail: sattar_semarang@yahoo.co.id
Abstract: This writing aims to study about the dialogue between norm and culture;
in this case dialogue between Muhammad as Messenger of God with his people at
that time. As we knew that all societies, including Arabic people, absolutely had their
own specific tradition. When Muhammad comes to them and offering new norm,
ideology and believe, it will appear the dialogue between these two traditions. The
question is what is Muhammad do to respond that tradition? This article is based on
library research relating to the hadith literature dealing with Muh}ammad’s
respond to the tradition of Arabic people. To make the research easier, the word “al-
jāhiliyyah” will be used as an entry point to look for jāhiliyyah tradition. The are four
important things can be noted to explain the response of Muh}ammad to the
tradition of jāhiliyyah. The first, total accommodation. The second, total refuse or
total correction. The third, particular accommodation. The fourth, synchronization
and modification.
Abstrak: Penelitian ini bermaksud mengkaji tentang dialog agama dan budaya;
dalam hal ini dialog antara Nabi Muhammad dengan budaya masyarakat Arab
jahiliyyah saat itu. Sebuah masyarakat, termasuk masyarakat Arab sebelum
kedatangan Islam, bukanlah masyarakat yang steril dari pengaruh agama, adat
istiadat, akhlak serta peraturan-peraturan hidup yang telah ada di kalangan
mereka. Begitu Islam datang dengan segala norma yang ada di dalamnya, maka
Islam menjadi filter bagi budaya, adat istiadat dan keyakinan yang sudah ada di
kalangan masyarakat Aran pra Islam. Pertanyaannya adalah bagaimana respon
Muh}ammad saw terhadap tradisi itu? Kajian ini didasarkan pada penelitian
literatur ḥadīth yang berisi respon Nabi terhadap tradisi masyarakat Arab saat
itu. Untuk memudahkan pembahasan ini, kata “al–jāhiliyyah” digunakan sebagai
entri point guna melacak hadis–hadis yang berkenaan dengan tema kajian ini.
Ada empat temuan penting yang bisa dicatat berkenaan dengan respon Nabi
terhadap tradisi jāhiliyyah. Pertama, tradisi yang secara utuh diakomodasi (total
accomodation). Kedua, tradisi yang secara total ditolak atau total dikoreksi (total
refuse or total correction). Ketiga, tradisi yang sebagiannya diadopsi tetapi
sebagian yang lain ditolak (particular accomodation). Keempat, tradisi yang
secara prinsip tetap dilestarikan dengan sedikit modifikasi di sana–sini
(sincronization and modification).
Keywords: jahiliyyah; tradisi; respons Nabi; adopsi; akomodasi