Sejarah Singkat Frequency Analyzer
Frequency analyzer pertama kali
diperkenalkan oleh Dean
Erwicker (sekitar tahun 2008),
dulu sempat ada dibuat
software khusus untuk
analisisnya, tetapi sekarang
sudah tidak aktif lagi.
Gambar: http://www.hqsahamidx.com/bgchart.jpg
Konsep Dasar Frequency Analyzer
Frequency analyzer mencoba mendeteksi adanya
smart money yang sedang mengakumulasi saham
dalam jumlah yang besar.
Frekuensi trading menunjukkan berapa kali suatu
saham ditransaksikan pada suatu hari. Ketika
terjadi adanya volume trading yang cukup besar
dengan frekuensi yang kecil, maka itu menunjukkan
adanya order lot yang besar masuk. Order lot
besar hanya bisa dilakukan oleh smart money.
Kata koentji : frekuensi dan volume.
Gambar:
https://thumbs.dreamstime.com
/t/key-smart-money-keyboard-
83368314.jpg
Formula Frequency Analyzer
Ingat!! Frequency analyzer tidak menunjukkan bahwa suatu
saham harganya akan naik, tetapi hanya menunjukkan bahwa
ada order lot besar yang dilakukan oleh smart money
(akumulasi).
Kata koentji : order lot besar (akumulasi)
𝐹𝑟𝑒𝑞𝑢𝑒𝑛𝑐𝑦 𝑎𝑛𝑎𝑙𝑦𝑧𝑒𝑟 = 𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒
𝐹𝑟𝑒𝑞𝑢𝑒𝑛𝑐𝑦3
Aplikasi Frequency Analyzer (1)
1. Frequency analyzer paling efektif digunakan di saham yang
sedang sideways, dan terlihat ada spike, maka besar
kemungkinan dalam waktu dekat sahamnya akan dinaikkan
harganya. (spike sideways)
2. Frequency analyzer tidak efektif digunakan pada kondisi saham
yang sedang sedang uptrend ataupun downtrend. (spike
uptrend / spike downtrend)
3. Frequency analyzer hanya efektif digunakan dalam batas
timeframe 3-6 bulan. Apabila lebih dari 6 bulan, maka spike
yang muncul bisa diabaikan. Disarankan gunakan yang 3 bulan
saja.
Aplikasi Frequency Analyzer (2)