Margaretha: Tingkat Literasi Keuangan pada Mahasiswa S–1 Fakultas Ekonomi
sangat penting dalam kehidupan sehari–hari, Krishna,
Rofaida, dan Sari (2010) menjelaskan bahwa literasi
keuangan membantu individu agar terhindar dari
masalah keuangan. Kesulitan keuangan bukan hanya
fungsi dari pendapatan semata (rendahnya pendapat-
an). Kesulitan keuangan juga dapat muncul jika ter–
jadi kesalahan dalam pengelolaan keuangan (miss–
management) seperti kesalahan penggunaan kredit,
dan tidak adanya perencanaan keuangan. Keter-
batasan finansial dapat menyebabkan stress, dan
rendahnya kepercayaan diri. Adanya pengetahuan
keuangan dan literasi keuangan akan membantu
individu dalam mengatur perencanaan keuangan
pribadi, sehingga individu tersebut bisa memaksi–
malkan nilai waktu uang dan keuntungan yang
diperoleh oleh individu akan semakin besar dan akan
meningkatkan taraf kehidupannya. Bhushan and
Medury (2013) menjelaskan literasi keuangan sangat
penting karena beberapa alasan. Konsumen yang me–
miliki literasi keuangan bisa melalui masa-masa
keuangan yang sulit karena faktanya bahwa mereka
mungkin memiliki akumulasi tabungan, membeli
asuransi dan diversifikasi investasi mereka. Literasi
keuangan juga secara langsung berkorelasi dengan
perilaku keuangan yang positif seperti pembayaran
tagihan tepat waktu, angsuran pinjaman, tabungan
sebelum habis dan menggunakan kartu kredit secara
bijaksana.
Bhushan and Medury (2013) menjelaskan
literasi keuangan telah menjadi semakin kompleks
selama beberapa tahun terakhir dengan pengenalan
banyak produk keuangan baru. Dalam rangka untuk
memahami risiko dan keuntungan yang terkait
dengan produk keuangan, tingkat minimum literasi
keuangan sudah menjadi suatu keharusan. Individu
yang memiliki literasi keuangan dapat membuat
penggunaan yang efektif dari produk dan jasa ke–
uangan sehingga individu tidak akan mudah ditipu
oleh orang-orang yang menjual produk-produk
keuangan yang tidak sesuai dengan individu tersebut.
Literasi keuangan membantu untuk meningkatkan
kualitas pelayanan keuangan dan memberikan kon-
tribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan pem-
bangunan suatu negara. Semakin meningkatnya
kompleksitas ekonomi, kebutuhan individu dan
produk keuangan, individu harus memiliki literasi
keuangan untuk mengatur keuangan pribadinya.
Pengetahuan tentang keuangan sangat penting
bagi seorang individu, agar mereka tidak salah dalam
membuat keputusan keuangan mereka. Pengetahuan
tentang keuangan yang kurang, mengakibatkan
kerugian bagi individu, baik akibat dari inflasi, pe–
nurunan kondisi perekonomian baik dalam negeri
maupun luar negeri, atau berkembangnya sistem
perekonomian. Nidar dan Bestari (2012) menjelaskan
bahwa perekonomian nasional tidak akan berpenga-
ruh pada krisis keuangan global jika masyarakat
memahami sistem keuangan. Kesalahpahaman me–
nyebabkan banyak orang mengalami kerugian
keuangan, sebagai akibat dari pengeluaran yang boros
dan konsumsi, tidak bijaksana dalam penggunaan
kartu kredit, dan menghitung perbedaan antara kredit
konsumen dan pinjaman bank. Selain itu, kurangnya
pengetahuan tentang keuangan menyebabkan sese–
orang sulit untuk melakukan investasi atau mengakses
ke pasar keuangan.
Bagi sebagian besar mahasiswa, masa kuliah
adalah saat pertama mereka mengelola keuangannya
sendiri tanpa adanya pengawasan dari orang tua
(Sabri et al. 2008). Mahasiswa akan menghadapi
permasalahan yang mungkin baru dan menghadapi
lingkungan yang baru tanpa adanya pengawasan dan
dukungan dari orang tua. Mahasiswa harus bisa se–
cara mandiri mengatur keuangannya dengan baik dan
juga harus bisa bertanggung jawab atas keputusan
yang telah mereka buat. Permasalahan-permasalahan
keuangan yang sering timbul pada mahasiswa adalah
mereka belum memiliki pendapatan, sebagian dari
mahasiswa masih bergantung kepada orang tua.
Selain itu, sikap boros dari mahasiswa merupakan
permasalahan yang sering dihadapi.
Banyak penelitian yang dilakukan pada maha-
siswa dan hasilnya menunjukan bahwa pengetahuan
tentang literasi keuangan masih sangat rendah. Maha–
siswa sebagai generasi muda sejak dini harus me-
miliki pengetahuan di bidang personal finance karena
pengetahuan tersebut akan membantu mahasiswa
dalam mengatur keuangannya di masa depan. Chen
and Volpe (1998) menjelaskan bahwa mahasiswa
yang memiliki pengetahuan yang rendah akan mem–
buat keputusan salah dalam keuangan mereka. Hal ini
menunjukkan bahwa pengetahuan di bidang personal
finance akan mempengaruhi mahasiswa dalam
mengambil keputusan keuangan yang baik.
Widayati (2012) menjelaskan pembelajaran di
perguruan tinggi sangat berperan penting dalam
proses pembentukan literasi finansial mahasiswa.
Mahasiswa tinggal di lingkungan ekonomi yang
beragam dan kompleks sehingga peningkatan ke–
butuhan pendidikan keuangan sangat diperlukan.
Pembelajaran yang efektif dan efisien akan mem-
bantu mahasiswa memiliki kemampuan memahami,
menilai, dan bertindak dalam kepentingan keuangan
mereka. Adanya pengetahuan yang baik sejak dini di-
harapkan mahasiswa dapat memiliki kehidupan yang
sejahtera di masa yang akan mendatang.
Penelitian ini bertujuan 1) Menganalisis secara
deskriptif tingkat literasi keuangan pada mahasiswa