Kuliah Ke-4 s/d 6 Metodologi Penelitian, Sie A & D di masa Lockdown and still stay at home (1)
I. INSTRUMEN PENELITIAN
Ada banyak peneliti pemula yang sering berargumentasi bahwa untuk apa mengetahui dan
mempelajari semua instrument penelitian, cukup mengetahui populasi, sampel, dan metode
analisis data. Argumentasi ini kurang beralasan sebab kalua tidak mengerti dan kurang paham
mengenai instrument penelitian, maka tidak mungkin bisa melakukan analisis dan pembahasan
hasil penelitian dengan baik. Misalkan saja, dalam pengolahan data sering ditemui data nominal
atau data ordinal diolah dengan menggunakan regresi liner. Tindakan ini salah besar karena
tidak memahami dengan baik ciri dan karakteristik setiap data.
Secara umum, dapat dinyatakan bahwa instrument penelitian adalah semua alat (instrument)
yang digunakan di dalam melakukan suatu penelitian. Di dalam penelitian yang sifatnya
kualitatif, maka peneliti sendiri termasuk instrumen penelitian, selain daftar pertanyaan, semua
media yang digunakan, responden (populasi dan sampel), konsep dan teori pendukung, hasil
penelitian sebelumnya (jika ada), variable, model, hipotesis, dan alat metode analisis data (alat
uji). Tetapi di dalam penelitian yang bersifat kuantitatif instrumennya bisa sangat vareatif. Hal ini
disebabkan, antara lain, karena data yang digunakan bisa data primer dan boleh data
sekunder. Jika datanya primer dan menggunakan angket (daftar pertanyaan), maka
instrumennya boleh dikata sama dengan instrument penelitian yang bersifat kualitatif. Tetapi
jika datanya adalah data sekunder, misalnya penelitian yang bersifat meta analysis, maka itu
berarti hanya mengamati beberapa hasil penelitian yang sama atau mirip dengan menyoroti
variabel atau hal-hal tertentu saja (mis hanya estimated error). Demikian pun jika data yang
digunakan adalah data sekunder dari Bursa Effek (IDX), maka tentu ada instrumen tertentu
yang tidak perlu diikut-sertakan seperti angket, uji validitas, dan uji reliabilitas di dalam
pengujian dan penganalisissan data dan hasil. Jadi tidaklah berlebihan jika dikatan bahwa wajib
dan bahkan harus mengetahui dan memahami dengan baik setiap instrument penelitian di
dalam melakukan suatu penelitian.
2. METODE ANALISIS DATA
Dalam bahan kuliah 1 s/d 3 telah diberikan kapan harus menggunakan suatu metode analisis
data (pelajari baik-baik sebelum melakukan interaktif atau bertanya kepada dosen karena nilai
diambil langsung). Di sini hanya diberikan secara berurut metode : ChiSquare, Regresi Linear,
Mediasi dan mediator, dan moderasi, serta kapan menggunakan korelasi (jika masih ada
waktu) Spearman dan Pearson.
1. Metode Chi-Square (Uji Kai Kuadrat atau Chi Square Test)
Kuliah Ke-4 s/d 6 Metodologi Penelitian, Sie A & D di masa Lockdown and still stay at home (2)
Uji kai kuadrat (dinotasikan: “χ2 atau Chidiucapkan Kai”) digunakan untuk menguji dua kelompok
data variabel (baik variabel independen maupun dependen) yang berbentuk kategorik sehingga
populer dengan nama uji proporsi untuk dua peristiwa atau lebih dan datanya bersifat diskrit (angka
atau bilangan bulat). Misalnya; ingin mengetahui hubungan antara status gizi ibu (baik atau kurang)
dengan kejadian BBLR (ya atau tidak).
Dasar uji kai kuadrat itu sendiri adalah membandingkan perbedaan frekuensi hasil observasi
(dinotasikan: O) dengan frekuensi yang diharapkan (dinotasikan: E). Perbedaan tersebut meyakinkan
bahwa jika nilai (harga) dari Kai Kuadrat sama atau lebih besar daripada suatu nilai (harga) yang
ditetapkan pada taraf signifikan tertentu (nilai diambil dari tabel χ2).
Uji Kai Kuadrat dapat digunakan untuk menguji Uji χ2 , yakni untuk:
mengetes ada-tidaknya hubungan antara dua variabel (Independency test).
menguji homogenitas antar– sub kelompok (homogenity test).
menentukan bentuk distribusi (Goodness of Fit)
Rumus dasar dari uji Kai Kuadrat adalah sebagai berikut:
di mana: