1.2 Bagian Utama
1.2.1 Latar Belakang
Pasar modal merupakan tempat bertemunya pihak yang memiliki dana lebih
dengan pihak yang membutuhkan dana dengan cara memperjual-belikan sekuritas.
Sedangkan tempat untuk terjadinya proses jual-beli sekuritas disebut bursa efek.
Pihak-pihak yang memiliki dana lebih dan melakukan kegiatan investasi adalah
investor (Tandelilin, 2017). Dalam pengambilan keputusan ekonomi di pasar
modal, investor harus mempunyai informasi yang relevan. Informasi dapat berupa
berbagai hal yang berhubungan dengan perusahaan, misalnya yaitu kinerja
perusahaan. Informasi tersebut dapat memengaruhi investor dalam berinvestasi
atau menjual sahamnya. Hal ini dapat menjadi pemicu volatilitas harga saham suatu
perusahaan (Jannah dan Haridhim, 2016).
Volatilitas harga saham merupakan perubahan pada harga saham dari waktu
ke waktu. Hal in memberi pengaruh kepada minat investor dan mengarah pada
perbedaan antara harga beli dan harga jual yang menunjukkan adanya manajemen
risiko yang berperan dalam investasi (Beg dan Anwar, 2012). Dari sisi manajemen,
volatilitas harga saham dianggap suatu ketidakpastian yang dianggap sebagai hal
negatif ketika dialami perusahaan, sedangkan para shareholder menginginkan
tingkat keandalan harga saham yang tinggi (Beckman, Haunschild, & Philips,
2004; Hannan & Freeman, 1984).
Volatilitas harga saham dapat dipengaruhi oleh faktor makro dan mikro.
Faktor makro didasarkan pada faktor yang berasal dari perekonomian secara
menyeluruh, misalnya tingkat bunga yang tinggi, inflasi, tingkat produktivitas
nasional, dan politik yang memengaruhi produktivitas kinerja suatu perusahaan.
Sedangkan faktor mikro merupakan faktor-faktor yang berasal dari internal
perusahaan, misalnya perubahan manajemen, ketersediaan bahan baku,
produktivitas, dan faktor lain yang memengaruhi produktivitas kinerjanya
(Schwert, 1989). Dalam penelitian ini akan dibahas dua faktor internal yang dapat
memengaruhi volatilitas haga saham perusahaan yaitu intensitas research and
development (R&D) dan dividend payout ratio.
Ketika volaitilitas harga saham rendah, manajemen cenderung melakukan
stabilitas dalam menjalankan otoritas dan kekuasaannya. Misalnya yaitu ketika
dilakukan pengambilan keputusan strategis dalam hal investasi R&D. Aktivitas
R&D merupakan proses yang sangat politis yang melibatkan banyak hal. Oleh
karena itu, perusahaan membutuhkan kemampuan koordinasi untuk memperoleh
satu kesepakatan diantara banyak pendapat mengenainya (Cho, 2014). Investasi
dalam bidang research and development memiliki peran yang besar pada
keuntungan yang diharapkan perusahaan, perkembangan bisnis, berkompetisi di
pasar, dan menjadi perhatian para investor. Seriring dengan peningkatan
pentingnya investasi R&D, muncul pertanyaan mengenai bagaimana dampaknya
terhadap harga saham (Jiang, John, dan Larsen, 2020).
Dividend policy mengacu kepada aturan yang perusahaan gunakan untuk
memutuskan kapan dan berapa banyak yang dibayarkan sebagai dividen.
Manajemen juga dapat memutuskan apakah divden dibayarkan atau tidak
(Dewasiri, 2015). Dividen merupakan indikator yang sangat penting bagi para
investor. Investor tidak dapat mengontrol perusahaan secara memadai dan
perusahaan terkadang kurang transparan mengenai informasi dan prospek ke
depannya. Pembagian dividen yang dilakukan secara teratur dapat
mempertahankan kepercayaan investor kepada perusahaan dan mengimbangi efek
negatif dari asimetri informasi. Sehingga investor dapat menilai bahwa kinerja
perusahaan tersebut dengan baik (Tanushev, 2016). Hubungan antara dividend
policy dan volatilitas harga saham merupakan salahsatu masalah inti dalam
penelitian di bidang keuangan karena wawasan tersebut sangat berguna bagi
manajer perusahaan dan pemegang saham dalam pengambilan keputusan ekonomi
(Camilleri, Grima, dan Grima, 2017).
1.2.2 Rumusan Masalah
Pada era lingkungan kompetitif saat ini, pengenalan produk baru menjadi
kegiatan utama suatu perusahaan. Perusahaan yang terus melakukan
pengembangan produk menjadikan terjadinya asimetri informasi antara
manajemen dan para investor karena adanya ketidapkastian bagaimana produk
terebut itu diproduksi dan tidak ada jaminan bahwa produk tersebut akan laku
di antara konsumen. Sehingga ketidakpastian investor ini akan memengaruhi
tingkat volatilitas harga saham perusahaan.
Dalam penilaian kinerja perusahaan, investor sering mengalami risiko
ketidakpastian. Hal ini disebabkan karena asimetri informasi berupa
manajemen lebih mengetahui kondisi perusahaan dibanding investor. Maka
investor menjadikan kebijakan pembayaran dividen perusahaan sebagai tolak
ukur kinerja perusahaan. Ketika perusahaan tidak membayarkan dividennya
dengan stabil, maka investor akan member penilaian kinerja yang kurang baik
dan membuat volatilitas pada harga saham perusahaan.
1.2.3 Pertanyaan Penelitian
Bagaimana pengaruh intensitas R&D dan dividend policy terhadap volatilitas harga
saham di perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
1.2.4 Tujuan Penelitian
Menguji pengaruh intensitas R&D dan dividend policy terhadap volatilitas harga
saham di perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
1.2.5 Motivasi Penelitian
Pengaruh intensitas R&D dan kebijakan dividen terhadap fluktuasi harga saham
menjadi topik yang penting karena secara langsung terkait dengan pengambilan
keputusan investasi dan perencanaan portofolio masa depan.
1.2.6 Manfaat Penelitian
Penelitian memiliki manfaat bagi pihak manajer agar lebih mengimplementasikan
peraturan pengkomunikasian yang efisien sehingga dapat mengurangi asimetri
informasi mengenai investasi R&D dan pembayaran dividen. Hal ini dikarenakan
asimetri informasi dapat menimbulkan volatilitas harga saham yang tidak menentu
dan mempengaruhi keputusan investasi para pemegang saham.
1.2.7 Kontribusi Penelitian
Penelitian dapat lebih memberi pemahaman mengenai pengaruh intensitas
R&D dan tingkat pembayaran dividen terhadap volatilitas harga saham
perusahaan.