menyeluruh, misalnya tingkat bunga yang tinggi, inflasi, tingkat produktivitas
nasional, dan politik yang memengaruhi produktivitas kinerja suatu perusahaan.
Sedangkan faktor mikro merupakan faktor-faktor yang berasal dari internal
perusahaan, misalnya perubahan manajemen, ketersediaan bahan baku,
produktivitas, dan faktor lain yang memengaruhi produktivitas kinerjanya
(Schwert, 1989). Dalam penelitian ini akan dibahas dua faktor internal yang dapat
memengaruhi volatilitas haga saham perusahaan yaitu intensitas research and
development (R&D) dan dividend payout ratio.
Ketika volaitilitas harga saham rendah, manajemen cenderung melakukan
stabilitas dalam menjalankan otoritas dan kekuasaannya. Misalnya yaitu ketika
dilakukan pengambilan keputusan strategis dalam hal investasi R&D. Aktivitas
R&D merupakan proses yang sangat politis yang melibatkan banyak hal. Oleh
karena itu, perusahaan membutuhkan kemampuan koordinasi untuk memperoleh
satu kesepakatan diantara banyak pendapat mengenainya (Cho, 2014). Investasi
dalam bidang research and development memiliki peran yang besar pada
keuntungan yang diharapkan perusahaan, perkembangan bisnis, berkompetisi di
pasar, dan menjadi perhatian para investor. Seriring dengan peningkatan
pentingnya investasi R&D, muncul pertanyaan mengenai bagaimana dampaknya
terhadap harga saham (Jiang, John, dan Larsen, 2020).
Dividend policy mengacu kepada aturan yang perusahaan gunakan untuk
memutuskan kapan dan berapa banyak yang dibayarkan sebagai dividen.