Conceptual framwork,standar akuntansi
&prinsip akuntansi berterima Umum
I.KERANGKA KONSEP ( CONCEPTUAL FRAMWORK)
Konsep adalah makna atau karakteristik yang berkaitan dengan peristiwa ,objek,kondisi,
prilaku.Sedangkan framework merupakan kerangka sebagai tempat meletakan sesuatu yang
mendasari terjadi suatu pola,model,bentuk dalam suatu aktivitas . Accounting Conseptual
framework-ACF merupakan makna,karakteristik dalam segala aktivitas yang terkait dengan
akuntansi. ACF ini dapat berfungsi sebagai pedoman dalam pembuatan standar akuntansi .dan
juga dapat digunakan sebagai acuan dalam perlakuan akuntansi yang belum ada standarnya
.ACF ini terus akan mengalami perkembangan,evolusi mengikuti perkembangan masyarakat
pada wilayah ACF beroperasi .ACF suatu wilayah tidak selalu sama dengan wilayah lainnya
Conceptual framework dari masa kemasa yang berlaku dalam suatu negara tidak selalu
sama dengan negara lain dan inipun sering mengalami perubahan . IFRS (Internasional
Finansial Reporting Standard) telah memberikan struktur conceptual framework sebagai
berikut.
.
.
Recognition, Measurement and Disclosure Concepts
ASSUMTIONS
1.Economic entity
2. Going concern
3. Monetary unit
4. Periodicity
5.Accrual
PRINCIPLES
1.Measurement
2.Revenue recognition
3. Expense recognition
4. Full sidclosure
CONSTRAINTS
1.Cost
2.Materiality
QUALITATIVE
CHARACTERISTICS
ELEMENTS
OBJECTIVE
Conceptual framewaork dibagi atas 3 tingkatan yaitu :A.Tujuan Pelaporan Keuangan
B.Karakteristik Pelaporan Keuangan. C.Implementasi Akuntansi.
A.Tujuan Pelporan keuangan.
Akuntansi sebagai pengetahuan telah ada bersamaan dengan kemajuan peradaban manusia.
Belum ada penemuan baru dan belum ada penyangkalan bahwa Asia adalah bumi yang pertama
dihuni manusia. Kerajaan besar muncul di timur tengah,seperti funisia,Babilonia.Afrika
sebelum dibuat terusan suez masih menyatu dengan asia. Oleh krena itu Afrika merupakan
tempat kedua yang dihuni manusia.Eropah dan Amerika menyusul kemudian.Usaha
perdagangan terpusat di Timur Tengah.Pedagang pedagang Arab melayari samudera
memperdagangkan berbagai komditi mulai usaha pereorangan hingga usaha bersama. Angka
Rumawi sebagai simbol atau lambang dalam perhitungan terlalu rumit dalam pencatatan.
Setelah ditemukan angka nol oleh orang Arab dan penggunaan angka arab yang lebih sederhana
,lengkap dan mudah meupakan salah satu pendorong untuk pencatatan yang baik,sampai
sekarang angka yan dipakai tetap disebut angka Arab. . Luca Pacioli seorang rahib ahli
metamatika merupakan catatan tertua tentang Double Entry yaitu pada abat ke 13. Revolusi
Industri di Inggris memicu perkembangan akuntansi yang lebih cepat,karena timbul pabrik
pabrik besar di Eropa.
Perantau-perantau Inggris yang menguasai dunia usaha di USA menyeba akuntansi Di
Amerika lebih cepat berkembang dibandingkan dengan tempat lain. Perkembangan Akuntansi
di USA dengan ekonomi kapitalis (ekonomi bebas) dan USA sebaegai kekuatan tungal dalam
ekonomi sehingga perusahaan USA berkembang menjangkau seluruh dunia. Bantuan bantuan
keberbagai negara temasuk Indonesia mengikat secara langsung penerapan akuntansi sistim
USA atau yang lebih dikenal dengan sistim anglo saxis di negara-negara yang menerima
bantuan.
Ketika USA mengalami krisis ekonomi,pengaruh Amerika mulai menurun, Eropa
muncul sebagai kekuatan ekonomi baru di dunia,maka praktek akStanduntansi sistim Eropah
yang yang dikenal dengan sistim kontinental mulai mencuat kembali dalam regulasi akuntansi
internasional seperti Standar pelaporan Keuangan Internasional atau IFRS menjadi pedoman
akuntansi perusahaan Internasional. Pelaporan keuangan seperti terlihat dalam spektrum
informasi pada gambar 3. Bahwa pelaporan keuangan meliputi laporan keuangan dasar yaitu
laporan keuangan dan catatan atas laporan ,informasi pelangkap yang dipengaruhi oleh standar
dan cara lain pelaporan keuangan . Suwardjono menambahkan pula meliputi struktur dan
mekanisme bekerjanya sistim dalam suatu negara. Stuktur meliputi unsur-unsur (pihak-pihak
;sarana-sarana) yang berhubungan dengan penyediaan informasi. Pemerintah,badan pembina
pasar modal,akuntan publik,penerima dan pemberi laporan,standar,undang-undang ,regulasi
perpajakan dll.
Banyaknya yang mempengaruhi tujuan pelaporan keuangan untuk sementara tujuan
yang diakomodir hanyalah tujuan yang bersifat umum terutama yang terlibat langsung dengan
pemberi dana yaitu investor dan kreditur.tetapi tidak mengabaikan pemakai lain yang
mempengaruhi jalannya perusahaan. Perusahaan hanya bisa berjalan apabila memenuhi
kebutuhan people,profit dan planet. Oleh karena itu jika lingkungan (planit) tidak diperhatikan
dapat mencelakakan perusahaan bahkan dapat menghentikan operasi . Misalnya pelaporan
dampak lingkungan ang harus dilaporkan oleh perusahaan pertambangan.
B.Karakteristik Pelaporan Keuangan
Pelaporan keuangan yang tidak memenuhi karakteristik karakteristik minimal pelaporan
keuangan,maka apa yang dilaporkan tidak ada manfaat bagi pemakai laporan keuangan dalam
pangambilan keputusan ekonomi .Ia merupakan tumpukan kotoran sampah yang tidak berguna.
Oleh karena itu agar pelaporan keuangan itu bkarakermanfaat maka harus memmenuhui
kretaria-kretaria minimal yang ditetapkan. Ada dua karakteristik yang wajib dipenuhi yaitu :1.
Karakteristik Kwalitas . 2. Karakteristik Elemen Laporan Keuangan.
1. Kwalitas Fundamental ( Fundamental Q yaitu : Relevance dan Faithful Representation.
a. Relevance . Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia Relevan merupakan kata sifat
mempunyai arti kait-mengait,bersangkut paut ,berguna secara langsung. Relevansi merupakan
kata benda maupun kata kerja. Sebagai kata bendad berarti kaitan atau hubungan. Sebagai kata
kerja berarti mempunyai kaitan atau hubungan. Dalam termenologi akuntansi khususnya dalam
laporan dan pelaporan keuangan Relevance ialah Kemampuan informasi yang diberikan
dapat membantu pemakaian laporan keuangan untuk mempridiksi dan mengkonfirmasi
manfaat atau resiko yang akan terjadi pada waktu yang akan datang serta Berdasarkan
prediksi-pridiksi dan konfirmasi yang disajikan dalam laporan keuangan maka pemakaian
laporan keuangan dapat membuat keputusan ekonomi.
Bahwa informasi yang diberikan dalam pelaporan keuangan dikatakan Relevan apabila
mempunyai nilai prediktifalue (predictive value) dan nilai konfirmasi ( Confirmatory value ) .
Nilai prediktif apabila nilai masukan yang terdapat dalam pelaporan dapat memprediksi dalam
membuat keputusan. Misalnya dapat mempridiksi laba yang akan datang, return yang diterima
dari invetsai seperti dividen,bunga pinjaman,kepastian pembayarn kembeli kredit yang
diberikan termasuk bunganya. Suatu pelaporan keuangan memunyai nilai konfirmatori apabila
mempunyai nilai balikan (feedback value) yaitu nilai yang menjadi dasar mengevaluasi
;bahwa keputusan masa lalu mencerminkan outcome sekarang. Misalnya berdasarkan harga
saham tahun lalu bahwa harga saat ini sesuai dengan apa yang telah diprediksi tahun lalu.
b. Kepatuhan dalam Penyajian (Faithful Representation)
Kwalitas Fundamental yang kedua ialah kepatuhan dalam pelaporan (Faithful
Repesentation) ini mengandung arti semua yang dilaporkan mematuhi prinsip-prinsip
akuntansi berterima umum. Penyimbolan yang tepat,tidak mememihak ,akurat dan lengkap.
Jadi sesuatu laporan keuangan dikatakan dapat memenuhi Faithful representation apabila
memenuhi 3 kwalitas . 1).Lengkap (completeness ) . 2) Tidak memihak (neutrality) . 3).Bebas
dari kesalahan (Free from error ).
2. Kwalitas Tambahan /Pelengkap ( Enhancing Qualities )
Selain kwalitas utama/dasar ( Fundamental Qoala: nities : Relevance dan Faithful
Representation) dalam pelaporan keuangan diperlukan kwalitas pelengkap yaitu pelaporan
keuangan sebaiknya : Keterbandingan (comparability ) , Teruji ( Veryfiability),Tepat waktu
(Timelines ) dan dapat dipahami( Understandibility).
1.Elemen Laporan Keuangan.
Pada level ke dua ini selain kwalitas laporan keuangan ,juga ada elemen laporan
keuangan.Elemen lapran keuangan seperti aset,keajiban,equitas,revenue ,expense,distribusi
laba.investasi tasi tambahan oleh pemilik,laba konvrehensif,investasi,pendanaan,operasional
harus didifinisikan secara jelas,krakterstik sebagai pembantas agar pada waktu perlakuan
akuntansi atau pun pembuatan standar dapat benar benar tidak ada penolakan.
C.Pengaplikasian.
Objective
Charateristic
Emplementation
nn
Level ketiga dari konseptual framework yaitu Pengaplikasian .pada saat aplikasi terdapat :
asumsi ,perinsip dan kendala. Asumsi dasar sering disebut dengan pustalat,prinsip akuntansi
kendala. Kendala yaitu pertimbangan dalam pelaporan keuangan apakah perlu,penting harus.
Hal ini menyangkut biaya dan manfaat ,serta materialitas.
1. Postulat Akuntansi
Belkkaui mendifinisikan postulat akuntansi adalah pernyataan yang tidak memerlukan
pembuktian atau aksioma berterima umum yang sesuai dengan tujuan laporan keuangan
menggambarkan lingkungan ekonomi ,politik ,hukum dan sosiolgi tempat akuntansi
beroperasi.
Postulat akuntansi meliputi : a. Postulat entitas.( Economic Entity ) b.Postulat kesinambungan
usaha (Going Concern ) c.Postulat uang sebagai unit pengukur (monetary Unit ) d.Postulat
periode akuntansi ( Periodicity ) . e. Accrual .
a. Postulat entitas .
Entitas adalah suatu unit ekonomi yang bertangungjawab atas aktivitas ekonomi dan
pengendalian administratif atas unit. Postulat ini memberikan suatu kesepakatan yang
berterima umum bahwa setiap entitas sesuatu usaha yang bediri sendiri terpisah dari
pemiliknya. Semua pihak telah mengakui postulat entitas ini tidak perlu pembuktian
lebih dahulu.Misalnya perusahaan perseorangan dilihat dari kaca mata hulum; secara
yuridis formal bahwa aset dan kewajiban pribadi pemilik adalah suatu kesatuan yang
tak terpisah dalam pembangkrutan. Jika perusahaan perseorangan bangkrut maka aset
pribadi pemilik akan digunakan untuk membayar utang perusahaan jika aset
perusahaan tidak mencukupi untuk membayarnya .Sebaliknya jika aset pribadi tidak
cukup untuk membayar utang pribadi maka aset perusahaan dapat digunakan untuk
membayar utang pribadi kalau utang perusahaan telah dilunasi.
b. Postulat kesinambungan usaha. Postulat ini mengasumsikan bahwa perusahaan akan
terus beropersai tanpa batas waktu.Semua pemakai laporan keuangan tidak ada yang
tidak sepakat bahwa dalam keadaan normal perusahaan akan terus berjalan. Dalam
praktek akuntansi postulat ini terlihat pada penyusutan aset tetap yang dialokasikan
pada periode umur ekonomis aset tersebut tanpa memperhatikan dengan asumsi bahwa
perusahaan akan tetap berjalan seterusnya.
c. Postulat unit pengukur Akuntansi menggunakan nilai moneter sebagai satuan unit
pengukur .Misalnya di Indonesia dinyatakan dalam rupiah . Sampai sekarang semua
pemakai laporan keuangan tidak ada alternatif menggnakan alat lain.
d. Postulat periode akuntansi. Postulat ini menyatakan walaupun entitas akan hidup
berkesinambungan tanpa batas namun laporan keuangan harus dibuat dalam periode
tertentu..
e. Akurual yaitu basis bahwa pos-pos laporan keuangan diakui pada saat terjadi sesuai
dengan waktu pemanfaatannya
2. Prinsip akuntansi adalah aturan keputusan umum yang diturunkan dari postulat dan teori
yang mengatur teknik akuntansi. Prinsip akuntansi meliputi prinsip Pengukuran (Measurement
),Pengakuan Pendapatan(Revenue Recognation),Pengakuan Baban (Expenses Recognation)
dan Pengungkapan Penuh (Full Disclousure)
Tekhnik akuntansi adalah aturan sfesifik yang diturunkan dari prinsip akuntansi. Tehnik